2
202

Apa yang di maksud Pegawai Tidak Tetap itu

Pegawai tidak tetap adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan atau penyelesaian suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja.

Pegawai tidak tetap di sebut juga tenaga kerja lepas..

KETENTUAN PERHITUNGAN PPh 21 PEGAWAI TIDAK TETAP

Cara penghitungan PPh Pasal 21 bagi pegawai tidak tetap atau Tenaga Kerja Lepas dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:

1.Bagi yang Menerima Upah Harian, Upah Mingguan, Upah Satuan, Upah Borongan, Uang Saku Harian atau Mingguan.

  • Ketentuan penghitungannya adalah tentukan jumlah upah/uang saku harian, atau rata-rata upah/uang saku yang diterima atau diperoleh dalam sehari:
    • Upah/uang saku mingguan dibagi banyaknya hari bekerja dalam seminggu;
    • Upah satuan dikalikan dengan jumlah rata-rata satuan yang dihasilkan dalam sehari;
    • Upah borongan dibagi dengan jumlah hari yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan borongan.
    • Contoh penghitungan, KLIK

Jumlah Upah Jumlah Upah kumulatif 1 bulan PPh 21
telah melebihi Rp 450.000 dan belum melebihi Rp 4.500.000
upah/uang saku harian atau setelah dikurangi Rp. 450.000, dikalikan 5%
telah melebihi Rp 4.500.000 dan kurang dari RP 10.200.000 upah/uang saku harian atau setelah dikurangi PTKP sehari, dikalikan 5%
telah melebihi Rp 10.200.000 PPh Pasal 21 dihitung dengan menerapkan Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atas jumlah upah bruto dalam satu bulan yang disetahunkan setelah dikurangi PTKP, dan PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar PPh Pasal 21 hasil perhitungan tersebut dibagi 12

2. Bagi yang Menerima Upah yang Dibayarkan Secara Bulanan.

Jika digambarkan sebagai berikut:

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply