3
779

Bagaimana Penghitungan PPh Pasal 21 THR dan Bonus

Apabila kepada pegawai tetap diberikan THR, bonus, jasa produksi, tantiem, gratifikasi, premi, dan penghasilan lain semacam itu yang sifatnya tidak tetap dan biasanya dibayarkan sekali setahun, maka PPh Pasal 21 atas THR atau bonus dihitung dan dipotong dengan cara sebagai berikut: (Lampiran PER-16/PJ/2016)

  1. dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan ditambah dengan penghasilan tidak teratur berupa THR, bonus tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.
  2. dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan tanpa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.
  3. selisih antara PPh Pasal 21 menurut penghitungan huruf a dan huruf b adalah PPh Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.

Contoh:

Sudiro (tidak kawin) bekerja pada PT Qolbu Jaya dengan memperoleh gaji sebesar Rp 5.000.000,- sebulan. Pada bulan Maret 2016 Sudiro memperoleh bonus sebesar Rp 8.000.000,- sehingga pada bulan Maret 2016 Sudiro memperoleh penghasilan berupa gaji sebesar Rp 5.000.000,- dan bonus sebesar Rp 8.000.000,-. Setiap bulannya Sudiro membayar iuran pensiun ke dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 80.000,-.

Penghitungan PPh Pasal 21 atas bonus tersebut adalah:


Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply