Batas Waktu Pelaporan SPT

BATAS WAKTU PEMBAYARAN, PENYETORAN,  DAN PELAPORAN PAJAK
1. Untuk SPT Tahunan PPh WP OP

  • Batas waktu penyampaian SPT Tahunan adalah paling lama 3 bulan setelah akhir Tahun Pajak  (pasal 3 ayat (3) UU KUP No. 28 tahun 2007)

Tahun Pajak adalah jangka waktu 1 (satu) tahun kalender kecuali bila Wajib Pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender. (pasal 1 angka 8 UU KUP No. 28 TAHUN 2007)

  • Kekurangan pembayaran pajak yang terutang berdasarkan SPT Tahunan PPh harus dibayar lunas sebelum SPT PPh disampaikan. (pasal 9 ayat (2) UU KUP No. 28 tahun 2007)

Lalu bagaimana jika Anda punya NPWP namun belum bekerja atau penghasilan dari bekerja masih di bawah PTKP? Jawab: tidak perlu lapor sesuai (pasal 3 ayat (1) PMK 183/PMK.03/2007) yang berbunyi “Dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Tahunan adalah WP OP yang dalam satu tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi PTKP.”

Namun demikian, jika Anda terlanjur mempunyai NPWP tetapi penghasilannya di bawah PTKP, saran saya tetap lapor SPT Tahunan dengan status NIHIL, kemudian supaya tidak lapor lagi (dengan alasan penghasilan di bawah PTKP) bisa mengajukan penghapusan NPWP atau permohonan Wajib pajak Non Efektif.

2. Untuk SPT  Tahunan PPh WP badan

  • Batas waktu penyampaian SPT nya adalah paling lama 4 bulan setelah akhir Tahun Pajak  (pasal 3 ayat (3) UU KUP No. 28 tahun 2007)

Tahun Pajak adalah jangka waktu 1 (satu) tahun kalender kecuali bila Wajib Pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender. (pasal 1 angka 8 UU KUP No. 28 TAHUN 2007)

  • Kekurangan pembayaran pajak yang terutang berdasarkan SPT Tahunan PPh harus dibayar lunas sebelum SPT PPh disampaikan. (pasal 9 ayat (2) UU KUP No. 28 tahun 2007)

batas lapor spt tahunan

3. Untuk SPT Masa

  • Batas waktu penyampaian SPT nya adalah paling lama 20 hari setelah akhir Tahun Pajak (Pasal 3 ayat (3) dan pasal 7 UU No 28 Tahun 2007).
  • Menteri Keuangan menentukan tanggal jatuh tempo pembayaran dan penyetoran pajak yang terutang untuk suatu saat atau Masa Pajak bagi masing-masing jenis pajak, paling lama 15 (lima belas) hari setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. (Pasal 9 ayat (1) UU Nomor 28 TAHUN 2007). Ketentuan lebih lanjut mengenai batas waktu ini diatur dalam Pasal 2 PMK 184/PMK.03/2007 stdtd PMK 80/PMK.03/2010.
  • Ketentuan terkait tanggal jatuh tempo pelaporan pajak untuk SPT Masa diatur dalam PMK-184/PMK.03/2007, yaitu :

batas lapor pajak

Jika tanggal batas akhir pelaporan bertepatan dengan hari libur termasuk hari sabtu atau hari libur nasional, pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya. (Pasal 8 ayat (2)  PMK 184/PMK.03/2007)

Hari libur nasional termasuk hari yang diliburkan untuk penyelenggaraan Pemilihan umum yang ditetapkan oleh Pemerintah dan cuti bersama secara nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah. (Pasal 3 ayat (2) dan Pasal 8 ayat (3)  PMK 184/PMK.03/2007)

Ketentuan terkait SPT Masa PPh Pasal 25 :

1. Dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 25 adalah :

  • WP OP yang tidak menjalankan usaha atau tidak melakukan pekerjan bebas.  (pasal 3 PMK-183/PMK.03/2007)
  • WP OP yang dalam satu tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi PTKP  (kepada WP ini juga dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Tahunan) (pasal 3 PMK-183/PMK.03/2007)

2. Wajib Pajak yang melakukan pembayaran PPh Pasal 25 melalui bank persepsi atau kantor pos persepsi dengan sistem pembayaran secara on-line dan SSP nya telah mendapat validasi dengan NTPN, maka SPT  Masa PPh Pasal 25 dianggap telah disampaikan ke KPP sesuai dengan tanggal validasi yang tercantum pada SSP. (Pasal 4 ayat (1) Per 22/PJ/2008)

SANKSI KETERLAMBATAN PELAPORAN SPT klik di sini!

BATAS WAKTU PEMBAYARAN PAJAK klik di sini!

DASAR HUKUM

  1. Pasal 3 ayat (3) dan pasal 7 UU No 28 Tahun 2007  tentang ketentuan Umum dan Tata CaraPerpajakan (berlaku sejak 1 Januari 2008);
  2. PMK-80/PMK.03/2010  tentang Perubahan atas PMK No 184/PMK.03/2007  (berlaku sejak 1 Januari  2008) tentang Penentuan Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran dan Penyetoran Pajak, Penentuan Tempat Pembayaran Pajak, dan Tata Cara Pembayaran, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak, serta Tata Cara Pengangsuran dan PenundaanPembayaran Pajak (berlaku sejak 1 April  2010);
  3. PMK-186/PMK.03/2007   tentang Wajib Pajak Tertentu yang dikecualikan dari Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda karena Tidak Menyampaikan Surat Pemberitahuan dalam Jangka Waktu yang Ditentukan (berlaku sejak 1 Januari  2008);
  4. PMK-183/PMK.03/2007  tentang Wajib Pajak Pajak Penghasilan Tertentu yang Dikecualikan dari Kewajiban Menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (berlaku sejak 1 Januari  2008)

Incoming search terms:

jatuh tempo pelaporan spt tahunan pph wajib pajak badanjatuh tempo pelaporan spt tahunan wajib pajak badanbatas pelaporan sptjatuh tempo pelaporan spt tahunan wajib pajak pribadibatas waktu pelaporan SPTbatas waktu pelaporan pajakjatuh tempo spt tahunankapan batas waktu pelaporan untuk setiap jenis pajakbatas waktu pembayaran dan pelaporan pajaklaporan spt masa PPN hari terakhir liburpelaporan spt tidak sesuia dengan kalenderjatuh tempo spt psl 3 ayat 3 uu kup 2007jatuh tempo penyampaian spt pasal 3 ayat 3 uu kup no 28apabila batas waktu penyampaian spt bertepatan dengan hari liburdasar hukum jatuh tempo pelaporan SPT Tahunan Badanbatas waktu pelaporan spt pph 21batas laporan sptundang2 batas waktu penyampaian spt

Share this post:

Recent Posts

One Comment

  1. DESIANA says:

    mau tanya pak…. kita bayar PPN 111 bulan mei.. bulan berapa kita lapor kekantor

Leave a Comment

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.