1
31

Cara Menghitung PPh Pasal 21 Pegawai Tetap

Bagaimana cara menghitung PPh Pasal 21? Pada dasarnya perlu dipilah dan dipilih terlebih dahulu siapa orang pribadi yang menerima penghasilan itu. Bisa saja pegawai tetap, bukan pegawai, ataupun pegawai tidak tetap/tenaga kerja lepas. Masing-masing mempunyai cara penghitungan PPh Pasal 21 yang berbeda. Postingan ini khusus membahas penghitungan PPh Pasal 21 bagi pegawai tetap!

DEFINISI PEGAWAI TETAP

Pegawai Tetap adalah pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas, serta pegawai yang bekerja berdasarkan kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur. (Pasal 1 angka 10 PER-16/PJ/2016)

PENGHITUNGAN PPh 21

Penghitungan PPh Pasal 21 untuk pegawai tetap dan penerima pensiun berkala dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:

Penghitungan masa atau bulanan yang menjadi dasar pemotongan PPh Pasal 21 yang terutang untuk setiap masa pajak, yang dilaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21, selain masa pajak Desember atau masa pajak di mana pegawai tetap berhenti bekerja;

Untuk cara penghitungan masa atau bulanan ini terbagi atas 2 kondisi :

  1. Penghitungan PPh Pasal 21 dalam hal pegawai tetap hanya menerima Penghasilan Teratur dalam suatu masa.
  • Penghasilan Pegawai Tetap yang Bersifat Teratur adalah penghasilan bagi Pegawai Tetap berupa gaji atau upah, segala macam tunjangan, dan imbalan dengan nama apapun yang diberikan secara periodik berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh pemberi kerja, termasuk uang lembur (Pasal 1 angka 15 PER-16/PJ/2016)

Contoh penghitungan PPh Pasal 21: 

  • Dalam hal Pegawai tetap menerima Gaji Bulanan, Contoh penghitungannya: Klik disini
  • Dalam hal Pegawai tetap menerima Gaji yang dibayarkan secara mingguan atau harian, untuk penghitungan PPh Pasal 21, jumlah penghasilan tersebut terlebih dahulu dijadikan penghasilan bulanan dengan mempergunakan faktor perkalian sebagai berikut :
    • Gaji untuk masa seminggu dikalikan dengan 4
    • Gaji untuk masa sehari dikalikan dengan 26
  1. Penghitungan PPh Pasal 21 dalam hal pegawai tetap menerima penghasilan teratur dan Penghasilan Tidak Teratur dalam suatu masa.
    • Penghasilan Pegawai Tetap yang Bersifat Tidak Teratur adalah penghasilan bagi Pegawai Tetap selain penghasilan yang bersifat teratur, yang diterima sekali dalam satu tahun atau periode lainnya, antara lain berupa bonus, Tunjangan Hari Raya (THR), jasa produksi, tantiem, gratifikasi, atau imbalan sejenis lainnya dengan nama apapun. (Pasal 1 angka 16 PER-16/PJ/2016)
    • Contoh penghitungan PPh Pasal 21 atas THR: Klik disini

CARA MENGHITUNG PPh PASAL 21 PEGAWAI TETAP

  1. Karyawan yang baru bekerja di periode berjalan yang kewajiban pajak subjektifnya sudah ada sejak awal tahun, namun mulai bekerja setelah bulan Januari. KLIK DISINI
  2. Karyawan yang berhenti bekerja di periode berjalan yang masih memiliki kewajiban pajak subjektif pada saat berhenti. KLIK DISINI
  3. Pendatang dari luar negeri dalam periode berjalan (kewajiban pajak subjektifnya baru dimulai setelah bulan Januari) KLIK DISINI
  4. Karyawan yang berhenti karena meninggal dunia (yang kewajiban pajak subjektifnya berakhir sebelum bulan Desember) KLIK DISINI
  5. Karyawan yang berhenti karena meninggalkan Indonesia selama-lamanya (yang kewajiban pajak subjektifnya berakhir sebelum bulan Desember) KLIK DISINI

KETENTUAN PENGHITUNGAN PPh 21 DALAM BEBERAPA KONDISI

  1. Dalam hal pegawai memperoleh penghasilan dalam mata uang asing baik sebagian atau seluruhnya. Contoh penghitungannya KLIK DISINI
  2. Dalam hal PPh 21 pegawai ditanggung oleh pemberi kerja baik sebagian atau seluruhnya.
    • PPh Pasal 21 yang ditanggung dan dibayar oleh pemberi kerja tidak dapat dikurangkan dari Penghasilan Bruto pemberi kerja dan bukan merupakan penghasilan yang dikenakan pajak.
    • Namun apabila pemberi kerja adalah bukan Wajib Pajak selain pemerintah atau Wajib Pajak yang pengenaan pajaknya berdasarkan PPh Final atau berdasarkan norma penghitungan khusus (demeed profit), maka kenikmatan berupa pajak yang ditanggung pemberi kerja ditambahkan ke dalam penghasilan dari pegawai yang bersangkutan.
    • Contoh penghitungannya : KLIK DISINI
  3. Dalam hal Pegawai tetap memperoleh tunjangan pajak.Contoh penghitungannya KLIK DISINI

REFERENSI HUKUM

PER-16/PJ/2016 (berlaku sejak 29 September 2016)  tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi (PER ini mencabut PER-32/PJ/2015  (berlaku sejak 7 Agustus 2015)

 

Leave a Reply