2
58

Contoh Penghitungan PPh Pasal 21 Bukan Pegawai

Berikut ini adalah beberapa contoh penghitungan PPh Pasal 21 Bukan Pegawai yang sesuai dengan PER-16/PJ/2016.

Contoh 1

Toga Marolop Simanjuntak adalah seorang pengacara. Dalam menangani sebuah kasus, Toga Marolop Simanjuntak mendapatkan fee sebesar Rp450.000.000,00 dari PT Manis Manja. Bagaimana penghitungan PPh 21-nya?

Contoh 2

Dedy Efriliansyah melakukan jasa perawatan AC kepada PT Wahana Jaya dengan imbalan Rp 10.000.000,00. Dedy Efriliansyah mempergunakan tenaga 5 orang pekerja dengan membayarkan upah harian masing-masing sebesar Rp 180.000,00. Upah harian yang dibayarkan untuk 5 orang selama melakukan pekerjaan sebesar Rp4.500.000,00.

Selain itu, Dedy Efriliansyah membeli spare part AC yang dipakai untuk perawatan AC sebesar Rp 1.000.000,00. Bagaimana penghitungan PPh 21-nya?

  • Dalam hal berdasarkan perjanjian serta dokumen yang diberikan Dedy Efriliansyah, dapat diketahui bagian imbalan bruto yang merupakan upah yang harus dibayarkan kepada pekerja harian yang dipekerjakan oleh Dedy
    • PPh 21 = 50% x Rp 4.500.000 x 5% = Rp 112.500
  • Dalam hal PT Wahana Jaya tidak memperoleh informasi berdasarkan perjanjian yang dilakukan atau dokumen yang diberikan oleh Dedy Efriliansyah mengenai upah yang harus dikeluarkan Dedy Efriliansyah atau pembelian material/bahan, PPh Pasal 21 yang harus dipotong PT Wahana Jaya adalah jumlah sebesar
    • PPh 21 = 50% x Rp 10.000.000 x 5% = Rp 250.000

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply