Kenapa sih harus lapor SPT Tahunan?

Mungkin pembaca banyak yang bertanya kenapa sih kita harus lapor SPT Tahunan tiap tahun padahal sebagai karyawan pajak kita telah dipotong melalui kantor. Untuk menjawab hal ini, kita bisa lihat pada pengertian dan fungsi Surat Pemberitahuan  (penjelasan pasal 3 (1) UU KUP).

Apa aja sih fungsi SPT itu?

Fungsi  SPT  bagi  Wajib  Pajak  Pajak  Penghasilan  adalah  sebagai  sarana  untuk  melaporkan  dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang:

  • pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan/atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 (satu) Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak;
  • penghasilan yang merupakan objek pajak dan/atau bukan objek pajak;
  • harta dan kewajiban; dan/atau
  • pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan atau pemungutan pajak orang pribadi atau badan lain dalam 1 (satu) Masa Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Jadi, bisa dikatakan bahwa meskipun sebagai karyawan, gaji kita telah dipotong dan dibayarkan oleh pemberi kerja, SPT tetap wajib disampaikan karena bisa saja kita memperoleh penghasilan dari sumber lain. Contohnya selain sebagai karyawan, ada pekerjaan sampingan sebagai agen asuransi atau jualan online.

SPT Tahunan selain harus dilaporkan oleh orang pribadi (nama formulirnya 1770, 1770S, maupun 1770SS) juga harus dilaporkan oleh Wajib Pajak Badan (nama formulirnya 1771). Formulir SPT Tahunan telah diatur bentuknya dalam PER-26/PJ/2013 tentang perubahan atas PER-34/PJ/2010 (berlaku untuk pengisian SPT Tahunan PPh OP dan Badan Tahun Pajak 2010 dan seterusnya) tentang bentuk formulir SPT Tahunan PPh WP OP dan WP Badan beserta petunjuk pengisiannya.

Ketentuan terkait SPT Tahunan adalah :

  1. Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPT dengan benar, lengkap, dan jelas. (Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 28 Tahun 2007)
  2. Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPT dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab,
    satuan mata uang Rupiah (Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 28 Tahun 2007) atau mata uang asing jika mendapat izin Menkeu.
  3. Setiap Wajib Pajak wajib mengisi menandatangani SPT (Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 28 Tahun 2007)
  4. Setiap Wajib Pajak wajib wajib menyampaikan SPT ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat WP terdaftar atau dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. (Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 28 Tahun 2007)
  5. Wajib Pajak mengambil sendiri SPT di tempat yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak atau mengambil
    dengan cara lain yang tata cara pelaksanaannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
    (Pasal 3 ayat (2) UU Nomor 28 Tahun 2007)
  6. Wajib Pajak dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian SPT Tahunan PPh untuk paling lama 2 (dua)
    bulan dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis atau dengan cara lain kepada Direktur Jenderal Pajak yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. (Pasal 3 ayat (4) UU Nomor 28 Tahun 2007) & (PMK-181/PMK.03/2007)
    [box type="info"] Pemberitahuan ini harus disertai dengan penghitungan sementara pajak yang terutang dalam 1 (satu) Tahun Pajak dan Surat Setoran Pajak sebagai bukti pelunasan kekurangan pembayaran pajak yang terutang.[/box]
  7. Bentuk dan isi SPT serta keterangan dan/atau dokumen yang harus dilampirkan, dan cara yang digunakan untuk menyampaikan SPT diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. (Pasal 3 ayat (6), Pasal 6 ayat (2) UU Nomor 28 TAHUN 2007) & (Pasal 2, 3, 4, 8 PMK-181/PMK.03/2007)

PMK-181/PMK.03/2007 (berlaku sejak 1 Januari 2008) ini telah diubah dengan PMK-152/PMK.03/2009 (berlaku sejak 29 September 2009) tentang bentuk dan isi SPT, serta tata cara pengambilan pengisian, penandatanganan, dan penyampaian SPT

Incoming search terms:

kenapa harus lapor sptmanfaat spt tahunanspt tahunan adalahfungsi spt tahunanmengapa harus lapor spt tahunanfungsi lapor sptfungsi lapor pajakarti spt tahunanfungsi laporan sptmanfaat lapor sptmanfaat lapor spt tahunanmanfaat spt tahunan pribadispt 21apaanmanfaat melaporkanmanfaat melaporkan sptmanfaat melaporkan spt tahunanmanfaat sptmanfaat spt peroranganmengapa spt harus dibuat oleh wajib pajakapa fungsi untuk lapor pajakLaotian sptapa itu lapor spt tahunanapa sih spt ituapasih sptapasih spt?fungsi lap spt tahfungsi lapor pajak dikantor pajakfungsi spt tahunan bagi wajib bayar pajakGuna pengisian sptGunanya lapor SPTkegunaan npwp dan spt tahunankegunaan sptwajib pajak orang pribadi kenapa harus mengisi SPT?

Share this post:

Related Posts

6 Comments

  1. hari hardiansah says:

    Apa untungnya buat saya kalau saya melaporkan NPWP tahunan?
    Dan kenapa saya harus melaporkan pajak,sedangkan setiap bulannya saya kan sudah dipotong dari perusahaan saya kerja. Pastinya perusahaan tempat saya berkerja juga sudah melaporan ketempat pajak tersebut,dan kenapa saya juga harus melaporkannya ke sana. Padahal saya yang merasa dirugikan karena gaji saya sudah dipotong pajak,dan sekarang saya harus melaporkannya?
    Seharusnya dari pihak pajak yang bersangkutan harus datang ketempat perusahaan yang saya kerja karena pihak pajak lah yang membutuhkan.

Leave a Comment

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.