Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai

Mekanisme PPN Indonesia

Hampir setiap barang yang kita konsumsi sehari-hari ada kaitannya dengan Pajak Pertambahan Nilai. Sabun, pasta gigi, tv, handphone dan sebagainya yang kita beli besar kemungkinan ada PPN-nya. Lalu bagaimana sebenarnya mekanisme PPN ini sehingga sebagai end user kita harus menanggungnya?

  1. PPN akan selalu ada jika Wajib Pajak yang statusnya telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP)/Jasa Kena Pajak (JKP) kepada pembeli/penerima BKP/JKP  sebesar 10% dari Harga Jual atau penggantian, dan membuat Faktur Pajak sebagai bukti pemungutannya.
  2. Semua PPN sebesar 10% hasil penjualan PKP merupakan Pajak Keluaran bagi PKP tersebut, yang sifatnya sebagai pajak yang harus dibayar (hutang pajak).
  3. Pada waktu PKP melakukan pembelian BKP/JKP sehubungan dengan kegiatan usahanya yang dikenakan PPN dan telah mendapat Faktur Pajak, PPN tersebut merupakan Pajak Masukan, yang sifatnya sebagai pajak yang dibayar di muka (piutang pajak).
  4. Pembayaran PPN didasarkan pada jumlah Pajak Keluaran dan Pajak Masukan, apabila dalam satu Masa pajak, jumlah Pajak Keluaran lebih besar daripada Pajak Masukan, maka selisihnya harus disetor ke Kas Negara paling lama akhir bulan berikutnya.
  5. Dan sebaliknya, apabila jumlah Pajak Masukan lebih besar daripada Pajak Keluaran, maka selisih tersebut dapat di kompensasi ke masa pajak berikutnya.
  6. Setelah membayar, Pengusaha Kena Pajak di atas wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa PPN (SPT Masa PPN) setiap bulan ke KPP paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak.

Contoh :

  • Pada bulan Maret 2014, PT SOPHIE melakukan penjualan/penyerahan BKP sebesar Rp 100 juta, PPN yang dipungut sebesar 10% atau Rp 10 juta (sehingga uang yang diterima PT SOPHIE dari pembeli adalah Rp 110 juta). Pembelian BKP yang dilakukan PT SOPHIE adalah Rp 75 juta, PPN yang dibayar atas pembelian BKP tersebut sebesar 10 % yaitu Rp 7,5 juta (sehingga uang yang harus dibayarkan PT SOPHIE kepada penjual ADALAH Rp 82,5 juta).

Penghitungan PPN yang harus dibayar pada bulan Maret 2014 adalah:

Pajak Keluaran                                               Rp    10 juta
Pajak Masukan                                               Rp    7,5 juta
PPN Kurang bayar                                         Rp    2,5 juta

Jumlah PPN kurang bayar sebesar Rp 2 juta tersebut harus disetorkan ke kas negara melalui Bank/Kantor Pos paling lambat akhir bulan April 2014 dan dilaporkan dalam SPT Masa PPN paling lambat akhir bulan April 2014.

  • Kemudian pada bulan April 2014, PT SOPHIE melakukan penjualan/penyerahan BKP sebesar Rp 100 juta, PPN yang dipungut sebesar 10% atau Rp 10 juta (sehingga uang yang diterima PT SOPHIE dari pembeli adalah Rp 110 juta). Pembelian BKP yang dilakukan PT SOPHIE adalah Rp 150 juta, PPN yang dibayar atas pembelian BKP tersebut sebesar 10 % yaitu Rp 15 juta (sehingga uang yang harus dibayarkan PT SOPHIE kepada penjual adalah Rp 165 juta).

Penghitungan PPN yang harus dibayar pada bulan April 2014 adalah:

Pajak Keluaran                                      Rp    10 juta
Pajak Masukan                                      Rp    15 juta
PPN Lebih bayar                                   Rp    5 juta

Jumlah PPN lebih bayar sebesar Rp 5 juta tersebut dapat dikompensasikan ke Masa Pajak Mei 2014. Penghitungan tersebut disampaikan dalam SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa April 2014 yang harus disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak paling lambat tanggal 31 Mei 2014.

Bisakah jumlah lebih bayar tersebut dimintakan restitusi? Restitusi hanya dapat diajukan pada akhir tahun buku. Hanya PKP yang disebutkan dalam Pasal 9 ayat (4b) UU No. 42 Tahun 2009 saja yang dapat mengajukan restitusi untuk setiap Masa Pajak.

Incoming search terms:

mekanisme ppnmekanisme perhitungan ppnmekanisme pembayaran ppnmekanisme pajak pertambahan nilaippn kurang bayarcontentmekanisme ppn di indonesiaPPN kurang bayar dan lebih bayarcara menghitung ppn masukan dan keluaranppn lebih bayar dan kurang bayarppn kurang bayar adalahPpn lebih bayaryg disetor untuk ppnmenghitung PPN kurang bayarppn masukan lebih besar dari ppn keluaranjelaskan bagaimana mekanisme pajak pertambahan nilaicara mengkompensasikan ppn lebih bayarpajak pertambahan nilai dibayar dimukamenghitung ppn lebih bayarlangkah2 bila ppn masukan lebih besar dari pada ppn keluaran bagi perusahaanTahap setelah membayar ppnsebutkan mekanisme PPNppn yanv harus dibayarpenghitungan ppn keluaranpenghitungan PPN lebih bayarperhitungan pajak masukan dan pajak dibayar dimukappn yang disetor ke kas negarappn lebih dan kurang bayarperhitungan ppn masukan dibayar dimukamencari kurang bayar dan lebih bayar pada ppnmekanisme ppApa yang dimaksud dengan PPN kurang bayar dan lebih bayarbagaimana mekanisme pajak pertambahan nilaicara mengetahui terjadinya ppn kurang bayar dan perhitungannyacara menghitung pajak pertambahan nilai handphonecara menghitung ppn kucara menghitung ppn masuk ppn keluar dan mutasicara menghitung spt ppn wp yang kompensasi menjadi kurang bayarcontoh soal ppn kurang lebih bayarjelaskan bagaimana mekanisme ppnjelaskan tentang mekanisme pembayaran PPNkapan ppn kurang bayar harus disetorkankurang bayar dan lebih bayar ppn\lebih bayar dan kurang bayar dalam ppnlebih bayar kurang bayar ppnmateri perhitungan kurang bayar dan lebih bayar ppncara menghitung ppn kurang/lebih bayarmekanisme perhitungan ppn bulananalur pajak

Share this post:

Related Posts

6 Comments

  1. Susilo says:

    Artikel bagus. Penjelasan dan contoh nya cukup mudah dimengerti oleh pemula. Thanks. Ada sedikit kesalahan tulis : dalam contoh pertama PT Sophie, disebutkan PPN kurang bayar sebesar 2 jt. Harus nya 2.5 jt.

  2. alisca damayanti says:

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai perpajakan, perpajakan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan negara ini.
    Negara yang maju dapat dilihat dari sitem perpajakan di negaranya.
    Saya juga mempunyai link perpajakan yang mungkin dapat bermanfaat, silahkan kunjungi Komunitas Pajak Universitas Gunadarma

Leave a Comment

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.