Pajak Sewa Mobil dan Pajak Sewa Alat Berat, Memangnya Beda?




Seringkali saya di tanya, pajak sewa mobil itu apa kalau yang punya mobil perorangan? pun juga pajak sewa alat berat ke perusahaan. Banyak yang masih belum bisa membedakan mana yang seharusnya dipotong PPh Pasal 21 dan mana yang dipotong PPh 23.

Terkait sewa harta seperti sewa mobil, sewa alat berat, sewa kendaraan, sewa terop, maka PPh terutang adalah PPh Pasal 23. Mekanisme pengenaan pajaknya melalui pemotongan oleh pemberi penghasilan. Penyewa sebagai pemotong PPh 23 sewa mobil wajib memberikan bukti potong kepada pemilik harta.

Pajak Sewa Mobil

  • Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta adalah penghasilan yang diterima atau diperoleh sehubungan dengan kesepakatan untuk memberikan hak menggunakan harta selama jangka waktu tertentu baik dengan perjanjian tertulis maupun tidak tertulis sehingga harta tersebut hanya dapat digunakan oleh penerima hak selama jangka waktu yang telah disepakati
  • Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta merupakan objek PPh Pasal 23 baik kepada Orang Pribadi maupun WP Badan, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) yaitu sewa tanah dan/atau bangunan.

Tarif Pajak Sewa Mobil

  • 2% dari jumlah bruto (tidak final).
  • Dalam hal WP yang menerima atau memperoleh penghasilan yang merupakan objek PPh Pasal 23 tidak memiliki NPWP, besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% daripada tarif yang seharusnya (Pasal 23 ayat 1a UU Nomor 36 Tahun 2008).

Kode Jenis Setoran Pajak Sewa Mobil

  • MAP: 411124
  • KJS: 100

Saat Terutang Pajak Sewa Mobil

Saat terutangnya Pajak Penghasilan Pasal 23 UU PPh adalah pada saat pembayaran, saat disediakan untuk dibayarkan dan jatuh tempo, saat yang ditentukan dalam kontrak atau perjanjian atau faktur (Pasal 15 ayat (3) Penjelasan PP Nomor 94 Tahun 2010).

Saat Pemotongan Pajak Sewa Mobil

  • Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 UU PPh dilakukan pada akhir bulan dibayarkannya  penghasilan, disediakan untuk dibayarkannya penghasilan; atau jatuh temponya pembayaran penghasilan yang bersangkutan, tergantung peristiwa yang terjadi terlebih dahulu (Pasal 15 ayat (3) PP Nomor 94 Tahun 2010).
  • Jatuh tempo pembayaran PPh 23 oleh pemotong adalah tanggal 10 bulan berikutnya.
  • Jatuh tempo pelaporan SPT Masa PPh Pasal 23 adalah tanggal 10 bulan berikutnya.

Apakah Orang Pribadi bisa dipotong PPh 23?

IYA, Orang Pribadi yang menerima penghasilan dari sewa mobil bisa dipotong PPh 23. Jika Orang Pribadi menerima penghasilan atas pemberian jasa atau penghasilan berupa hadiah/bonus/penghargaan, maka atas transaksi ini semestinya dipotong PPh Pasal 21.



Incoming search terms:

pajak sewa alat




Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply

error: Content is protected !!