Sanksi Terlambat Bayar Pajak

Sanksi atas telat bayar pajak pada dasarnya dibagi menjadi dua yaitu atas telat bayar atas SPT Masa misalnya sanksi atas telat bayar PPh Pasal 21 atau telat bayar PPN dan atas SPT Tahunan.

Sanksi atas telat bayar  SPT Masa
Pembayaran atau penyetoran pajak, yang dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak, dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan yang dihitung dari tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. (Pasal 9 ayat (2a) UU Nomor 28 TAHUN 2007).

Contoh :

Angsuran masa Pajak Penghasilan Pasal 25 PT ABC tahun 2010 sejumlah Rp 10.000.000,- per bulan. Angsuran masa Mei tahun 2010 dibayar tanggal 18 Juni 2010 dan dilaporkan tanggal 19 Juni 2010.
Apabila pada tanggal 15 Juli 2010 diterbitkan Surat Tagihan Pajak (STP), sanksi bunga Pasal 9 ayat (2a) dalam Surat Tagihan Pajak dihitung 1 (satu) bulan sebagai berikut: 1 bulan x 2% x Rp 10.000.000,- = Rp 200.000,-
[box]Keterlambatan 1 bulan dihitung dari 15 Juni 2010 sampai dengan 18 Juni 2010 (1 hari dihitung 1 bulan).[/box]

Sanksi atas telat bayar SPT Tahunan PPh
Atas pembayaran atau penyetoran pajak yang dilakukan setelah tanggal jatuh tempo penyampaian SPT Tahunan, dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan yang dihitung mulai dari berakhirnya batas waktu penyampaian SPT Tahunan sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. (Pasal 9 ayat (2b) UU Nomor 28 TAHUN 2007)

Contoh :

PT ABC menyetorkan PPh Pasal 29 Tahun Pajak 2009 tanggal 25 Juni 2010 Rp 10.000.000
Apabila pada tanggal 15 Juli 2010 diterbitkan Surat Tagihan Pajak, sanksi bunga Pasal 9 ayat (2a) dalam Surat Tagihan Pajak dihitung 2 (dua) bulan sebagai berikut : 2 bulan x 2% x Rp 10.000.000,- = Rp 400.000,-
[box]Keterlambatan 2 bulan dihitung dari 30 April 2010 sampai dengan 25 Juni 2010 (1 hari dihitung 1 bulan).[/box]

 

Incoming search terms:

sanksi telat bayar pajaksanksi terlambat bayar pajakdenda telat bayar ppnsanksi keterlambatan pembayaran pajakdenda telat bayar pajak pph 21denda telat bayar pph 21telat bayar ppndenda ppndenda pajak pph 21sanksi terlambat bayar ppnapa sangsi yang tidak membayar pajakcontoh soal terlambat membayar spt tahunanBerikan contoh sanksi sanksi keterlambatan pembayaransanksi telat bayarsanksi administrasi terlambat bayar pajaksanksi atas keterlamsanksi bagi orang terlambat bayar pajaktentang pembayaran telat pajaksanksi pajak PPN untuk keterlambatan membayarsanski keterlambatan bayar pajak pb1sansi telat bayar pajaksanksi yang dikenakan bagi telat bayar pajaksanksi pajak tesanksi tesanksi PPh pasal 29sanksi telat lapor PPNsangsi apakan kalotelat membayar pajakpenyebab kasus telat dalam membayar pajakaturan telat bayar dan telat lapor pajakbagaimama jika bayar pph 21 telatberapa denda tidak bayar pajak negarabunga denda keterlambatan pajak ppncara bayar denda keterlambatan bayar ppncara membayar keterlambatan pajakcara menghitung bunga pasal 9 (2a) kupcara menghitung denda pajak penghasilancontoh soal menghitunh keterlambatab bayar pajakdenda atas terlambat bayar ppndenda keterlambatan lapor pph 15denda pph final 1hukuman telatjika lupa membayar pahak penghasilanketerlambatan bayar pajallerlambat bayarpengertian denda keterlambatan menurut UUapabila tidak membayar tagihan pajak

Share this post:

Recent Posts

One Comment

  1. indra says:

    saya masih bingung tentang bayar pajak, saya kemarin baru bikin npw untuk tujuan usaha, nah jenis pajak yang harus di bayar tiap bulannya apa, terimakasih

Leave a Comment

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.