3
339

Apa itu Sistem Informasi Akuntansi? Best Resume!




Sistem Informasi Akuntansi sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan. Dengan dijalankannya Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pada suatu perusahaan, pencatatan akuntansi dapat dilakukan dengan rapi dan tersistem sehingga dapat menghasilkan informasi yang bisa di akses sewaktu-waktu dan akurat.

Informasi akuntansi yang tepat dan akurat dapat meningkatkan produktivitas dan strategi perusahaan.

Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi  adalah suatu kerangka pengkoordinasian sumber daya (data, material, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (Wilkinson, 1991).

Aktivitas transaksi perusahaan memerlukan adanya pencatatan yang up to date, real time, dan mencerminkan aktivitas organisasi.
Transaksi akuntansi merupakan transaksi pertukaran yang mempunyai nilai ekonomis. Tipe transaksi dasar dalam akuntansi meliputi:



  • Penjualan produk atau jasa
  • Pembelian bahan baku, barang dagangan, jasa, dan aset tetap dari suplier
  • Penerimaan kas
  • Pengeluaran kas kepada suplier
  • Pengeluaran kas gaji karyawan

Sebagai pengolah transaksi, sistem informasi akuntansi harus dapat berperan mengatur dan mengoperasionalkan semua aktivitas transaksi perusahaan dengan baik dan accountable.

sistem informasi akuntansi

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang dilaksanakan oleh aktivitas yang disebut pemrosesan informasi.

Sebagian dari keluaran yang diperlukan oleh pemroses informasi disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi, seperti laporan keuangan dari sistem pemrosesan transaksi. Namun sebagian besar diperoleh dari sumber lain, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.

Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Mereka mempunyai tanggung jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan. Pengguna output lainnya adalah para karyawan penting seperti akuntan, insinyur serta pihak luar seperti investor dan kreditor.



Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan sebuah susunan dari orang, aktivitas, data, jaringan dan teknologi yang terintegrasi yang berfungsi untuk mendukung dan meningkatkan operasi sehari hari sebuah bisnis, juga menyediakan kebutuhan informasi untuk pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan oleh manajer.

Ada dua tipe sistem informasi akuntansi, yaitu personal dan multi user.

Sistem informasi personal adalah sistem informasi yang didesain untuk memenuhi kebutuhan informasi personal dari seorang pengguna tunggal (single user). Sedangkan sistem informasi multi user didesain untuk memenuhi kebutuhan informasi dari kelompok kerja (departemen, kantor, divisi, bagian) atau keseluruhan organisasi.

Untuk membangun sistem informasi, baik personal maupun multi user, haruslah mengkombinasikan secara efektif komponen-komponen sistem informasi, yaitu: prosedur kerja, informasi (data), orang dan teknologi informasi (hardware dan software).

sistem informasi akuntansi adalah

Data dan Informasi Akuntansi

Setiap sistem informasi akuntansi melaksanakan lima fungsi utama, yaitu pengumpulan data, pemrosesan data, manajemen data, pengendalian data (termasuk security), dan penghasil informasi.

  • Pengumpulan Data

Fungsi pengumpulan data merupakan proses input data transaski serta memeriksa data untuk memastikan ketepatan dan kelengkapannya. Jika data bersifat kuantitatif, data dihitung dahulu sebelum dibukukan.

  • Pemrosesan Data

Pemrosesan data merupakan proses pengubahan input menjadi output. Fungsi pemrosesan data terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pengklasifikasian atau menetapkan data berdasar kategori yang telah ditetapkan.
  2. Menyalin data ke dokumen atau media lain.
  3. Mengurutkan, atau menyusun data menurut karaktersitiknya.
  4. Mengelompokkan atau mengumpulkan transaski sejenis.
  5. Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih data atau arsip.
  6. Melakukan penghitungan.
  7. Peringkasan, atau penjumlahan data kuantitatif.
  8. Membandingkan data untuk mendapatkan persamaan atau perbedaan yang ada.
  • Manajemen Data

Fungsi manajemen data terdiri atas tiga tahap, yaitu: penyimpanan, pemutakhiran dan pemunculan kembali (retrieving).

Tahap penyimpanan merupakan penempatan data dalam penyimpanan atau basis data yang disebut arsip. Pada tahap pemutakhiran, data yang tersimpan diperbaharui dan disesuaikan dengan peristiwa terbaru. Kemudian pada tahap retrieving, data yang tersimpan diakses dan diringkas kembali untuk diproses lebih lanjut atau untuk keperluan pembuatan laporan.

Manajemen data dan pemrosesan data mempunyai hubungan yang sangat erat. Tahap pengelompokkan data dan pengurutan
data dari fungsi pemrosesan data, misalnya sering dilakukan sebagai pendahuluan sebelum dilakukan tahap pemutakhiran dalam fungsi manajemen data.

Manajemen data  dapat dipandang sebagai bagian dari pemrosesan data. Manajemen data akan menunjang pencapaian efisiensi aktivitas dalam proses menghasilkan informasi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen terutama mengenai informasi aktivitas dan informasi kebijakan manajemen.

  • Pengendalian Data

Fungsi pengendalian data mempunyai dua tujuan dasar: (1) untuk menjaga dan menjamin keamanan aset perusahaan, termasuk data, dan (2) untuk menjamin bahwa data yang diperoleh akurat dan lengkap serta diproses dengan benar. Berbagai teknik dan prosedur
dapat dipakai untuk menyelenggarakan pengendalian dan keamanan yang memadai.

  • Penghasil Informasi

Fungsi penghasil informasi ini terdiri atas tahapan pemrosesan informasi seperti penginterprestasian, pelaporan dan pengkomunikasian informasi.

Contoh Aplikasi Sistem Akuntansi

Saat ini banyak beredar software berbasis accounting system di Indonesia. Dengan menggunakan software akuntansi tersebut, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan tepat dan akurat, serta efektif dan efisien.

Beberapa contoh software accounting system adalah:

1. MYOB Accounting

Pros Cons
Menu sederhana dan user friendly Tidak dapat melakukan modifikasi laporan atau field
Cocok untuk UMKM/perusahaan menengah ke bawah Belum mendukung fitur multi currency

2. KRISHAND

Pros Cons
software akuntansi plus penghitungan pajak Sistem informasi bersifat personal

3. Accurate Accounting 

Pros Cons
Form dapat di modifikasi sesuai kebutuhan
Support aplikasi perpajakan

4. Jurnal.id

Mirip dengan accurate, menyediakan berbagai fitur pencatatan akuntansi dan support mobile app.

Ada juga beberapa pilihan software lain seperti Zahir Accounting, Omega Accounting, yang bisa Anda dapatkan secara gratis, atau iTBrain Indonesia dan Easy Accounting System (EAS).




Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply