Apakah Orang Pribadi bisa dipotong PPh 23 Royalti?




Menurut Pasal 23 UU PPh, salah satu objek PPh 23 adalah royalti.  PPh 23 Royalti atau pajak royalti dikenakan baik yang menerima Orang pribadi maupun WP Badan dengan mekanisme pemotongan.

PPh 23 Royalti

Royalti adalah suatu jumlah yang dibayarkan atau terutang dengan cara atau perhitungan apa pun, baik dilakukan secara berkala maupun tidak (Penjelasan Pasal 4(1) Huruf H UU 36 tahun 2008)Royalti diberikan sebagai imbalan atas:

  1. Penggunaan atau hak menggunakan hak cipta di bidang kesusastraan, kesenian atau karya ilmiah, paten, desain atau model, rencana, formula atau proses rahasia, merek dagang, atau bentuk hak kekayaan intelektual/industrial atau hak serupa lainnya;
  2. Penggunaan atau hak menggunakan peralatan/perlengkapan industrial, komersial, atau ilmiah;
  3. Pemberian pengetahuan atau informasi di bidang ilmiah, teknikal, industrial, atau komersial;
  4. Pemberian bantuan tambahan atau pelengkap sehubungan dengan penggunaan atau hak menggunakan hak-hak tersebut pada angka 1, penggunaan atau hak menggunakan peralatan/perlengkapan tersebut pada angka 2, atau pemberian pengetahuan atau informasi tersebut pada angka 3, berupa:
    • penerimaan atau hak menerima rekaman gambar atau rekaman suara atau keduanya, yang disalurkan kepada masyarakat melalui satelit, kabel, serat optik, atau teknologi yang serupa;
    • penggunaan atau hak menggunakan rekaman gambar atau rekaman suara atau keduanya, untuk siaran televisi atau radio yang disiarkan/dipancarkan melalui satelit, kabel, serat optik, atau teknologi yang serupa;
    • penggunaan atau hak menggunakan sebagian atau seluruh spektrum radio komunikasi;
  5. Penggunaan atau hak menggunakan film gambar hidup (motion picture films), film atau pita video untuk siaran televisi, atau pita suara untuk siaran radio; dan
  6. Pelepasan seluruhnya atau sebagian hak yang berkenaan dengan penggunaan atau pemberian hak kekayaan intelektual/industrial atau hak-hak lainnya sebagaimana tersebut di atas.

pajak atas royalti di indonesia

Tarif PPh 23 Royalti

  • 15% dari Penghasilan Bruto dan bersifat tidak final
  • Dalam hal WP yang menerima atau memperoleh penghasilan yang merupakan objek PPh Pasal 23 tidak memiliki NPWP, besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% daripada tarif yang seharusnya (Pasal 23 ayat 1a UU 36 tahun 2008)

Kode Billing, Kode Jenis Setoran PPh 23 Royalti

  • Kode Akun Pajak : 411124
  • Kode Jenis Setoran : 103

Saat terutang PPh 23 Royalti

Saat Terutang Pajak Royalti



Saat terutangnya Pajak Penghasilan Pasal 23 UU PPh adalah pada saat pembayaran, saat disediakan untuk dibayarkan dan jatuh tempo, saat yang ditentukan dalam kontrak atau perjanjian atau faktur (Pasal 15 ayat (3) Penjelasan PP Nomor 94 Tahun 2010).

Saat Pemotongan Pajak Royalti

Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 UU PPh dilakukan pada akhir bulan dibayarkannya  penghasilan, disediakan untuk dibayarkannya penghasilan; atau jatuh temponya pembayaran penghasilan yang bersangkutan, tergantung peristiwa yang terjadi terlebih dahulu (Pasal 15 ayat (3) PP Nomor 94 Tahun 2010).

Apakah Orang Pribadi bisa dipotong PPh 23?

IYA, Orang Oribadi yang menerima bunga dan royalti serta penghasilan dari sewa harta bisa dipotong PPh 23. Jika Orang Pribadi menerima penghasilan atas pemberian jasa atau penghasilan berupa hadiah/bonus/penghargaan, maka atas transaksi ini semestinya dipotong PPh Pasal 21.






Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply

error: Content is protected !!