Kurs Adalah: Akuntansi vs Pajak pake Kurs Sama?




Kurs adalah perubahan nilai tukar mata uang dalam suatu negara yang dipengaruhi oleh mata uang negara lain. Naik turunnya nilai kurs suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor daan sentimen pasar. Nilai kurs mata uang berhubungan erat dengan akuntansi maupun perpajakan, terutama dalam mencatat/membukukan suatu transaksi lintas negara serta pembayaran pajaknya.

Pengertian, Jenis, Faktor yang Memengaruhi Kurs Adalah

Pengertian Kurs

Seperti yang saya sampaikan diatas, kurs adalah perubahan nilai tukar mata uang dalam suatu negara yang dipengaruhi oleh mata uang negara lain. Atau lebih sederhananya, nilai satu mata uang dalam mata uang lain. Dimana kita ingin menukarkan uang Indonesia (Rupiah) ke mata uang Amerika (Dolar), contohnya dalam Rp14.993 (Empat Belas Ribu Rupiah) setara dengan $1.

Dalam penetapan nilai mata uang ini dilakukan oleh bank sentral, kalau di Indonesia yaitu Bank Indonesia. Penetapan ini dilakukan kalau terdapat pergerakan nilai mata uang dengan keterangan naiknya nilai mata uang terhadap mata uang asing (revaluasi) atau penurunan nilai mata uang terhadap mata uang asing (devaluasi).

Jenis Kurs

  1. Kurs Jual

Kurs jual adalah harga jual nilai mata uang yang digunakan oleh bank (sebagai tempat penukaran uang). Atau dapat diartikan kalau bank merupakan penjual dan anda sebagai penukar uang adalah pembeli. Contohnya, anda akan pergi ke Amerika, tentu uang yang digunakan bukan Rupiah. Jadi, disini Rupiah akan ditukarkan dengan Dolar, bank akan menjual uang Dolar berdasarkan nilai Rupiah yang sudah ditentukan.



  1. Kurs Beli

Dan sebaliknya, kalau kurs beli adalah harga beli nilai mata uang yang digunakan oleh bank (sebagai tempat penukaran uang). Atau dapat diartikan kalau bank merupakan pembeli dan anda sebagai penukar uang adalah pemegang dan ingin menukarkan. Contohnya, ketika anda selesai liburan, dan tersisa $1 (satu dolar) tentu anda akan menukarkannya kembali dalam bentuk rupiah, maka satu dolar tadi akan dibeli oleh bank berdasarkan nilai rupiah yang sudah ditentukan.

  1. Kurs Tengah

Sedangkan kurs tengah adalah nilai rata-rata dari gabungan kurs jual dan beli. Perhitungannya berdasarkan jumlah kurs jual dan kurs beli, dan kurs tengah sangat jarang digunakan dalam penukaran uang. Meskipun begitu, kurs tengah mempunyai peranan penting untuk Bank Indonesia dan Pembukuan secara akuntansi.

Kurs Tengah BI digunakan untuk mencatat nilai traansaksi, sedangkan kurs pajak mingguan (Kurs Menteri Keuangan) digunakan untuk menghitung besarnya pajak yang harus di bayar.

Seberapa Pentingnya Kurs Tengah?

  1. Pentingnya Kurs Tengah Bagi Bank Indonesia

Di Indonesia, kurs tengah dikenal sebagai kurs tengah bank Indonesia (BI). Fungsinya untuk mencatat nilai konversi mata uang asing dalam laporan keuangan perusahaan. Perusahaan akan melakukan penilaian terhadap seluruh rincian yang perhitungannya akan disesuaikan dengan nilai kurs tengah BI pada hari itu. Umumnya, kurs tengah BI digunakan perusahaan asing di Indonesia. Kurs tengah Bank Indonesia perhitungannya berdasarkan jumlah kurs jual dan kurs beli yang dibagi dua.

  1. Pentingnya Kurs Tengah Dalam Pelaporan Pajak

Didalam pelaporan pajak terdapat perhitungan yang dianut dari Kurs Tengah Bank Indonesia (BI). Disana, kurs tengah BI mempunyai peranan penting untuk membuat laporan pajak dan keuangan, pihak perusahaan menggunakan kurs tengah BI untuk mencatat laporan keuangan dari transaksi dengan mata uang asing. Namun demikian, untuk pembayaran pajaknya kurs yang di pakai adalah kurs menteri keuangan.



Rumus dalam menentukan kurs tengah BI, caranya dengan membagi 2 (dua) hasil dari jumlah kurs jual dan kurs beli mata uang asing yang bersangkutan dalam satu periode yang sama. Pada akhir periode akan dilakukan perhitungan yang nantinya akan mengetahui perbedaan antara nilai awal dan akhir dalam periode tersebut. Nah, dalam perhitungan tersebut akan terdapat selisih perbedaan yang akan dicatat di Other Comprehensive Income (OCI).

Faktor yang mempengaruhi Kurs adalah

  1. Kebijakan Pemerintah

Pemerintah merupakan kunci perekonomian suatu negara. Dan pemerintah lah yang mempunyai hak untuk melakukan intervensi dalam sektor perekonomian. Oleh karena itu, setiap kebijakan pemerintah didalamnya terdapat pengaruh pada nilai harga mata uang suatu negara. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan perekonomian negara, baik dari segi mikro atau makro.

  1. Pengaruh Inflasi Deflasi

Inflasi merupakan faktor yang selalu diperhatikan oleh negara, alasannya karena tingkat inflasi mampu menjadi faktor yang mampu membuat nilai mata uang suatu negara kuat di pasar uang. Karena kalau suatu negara mempunyai inflasi yang rendah, dampaknya menjadikan kuatnya nilai tukar mata uang suatu negara. Dan begitu juga sebaliknya, apabila inflasi lebih tinggi maka nilai mata uang suatu negara semakin lemah. Penyebutan tinggi rendahnya nilai mata uang negara disebut Inflasi Deflasi. Dimana Inflasi akan membuat nilai tukar mata uang suatu negara menurun dan Deflasi akan membuat nilai tukar mata uang suatu negara meningkat.

  1. Pengaruh Tingkat Suku Bunga

Dalam hubungan kuat tidaknya nilai mata uang suatu negara terdapat beberapa faktor yang saling berhubungan, contohnya suku bunga dengan inflasi. Penjelasan-nya apabila suku bunga dalam suatu negara mengalami perubahan misalnya mengalami kenaikan, maka dampak yang diberikan adalah meningkatnya modal asing yang masuk untuk investasi.

Dan selain itu apabila suku bunga terus bertambah nilainya, maka permintaan mata uang suatu negara akan mengalami peningkatan. Tingkat suku bunga akan menjadi pengaruh terhadap operasional pasar valuta asing dan pasar uang. Ketika terdapat transaksi, bank akan melakukan pertimbangan mengenai suku bunga di pasar modal nasional maupun internasional berdasarkan laba yang diperoleh.

  1. Aktivitas Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran aktif mampu meningkatkan nilai tukar mata uang nasional yang dibarengi dengan meningkatnya jumlah debitur asing. Dan sebaliknya, apabila saldo pembayaran bersifat pasif, maka hal yang terjadi adalah menurunnya nilai tukar mata uang nasional yang juga dibarengi oleh debitur untuk menjual semuanya. Dan dampaknya dapat menjadi pengukuran terhadap nilai tukar mata uang yang sudah ditentukan oleh tingkat keterbukaan ekonomi.

  1. Rasio Harga Ekspor Impor

Tingkat pendapatan relatif serta rasio harga ekspor impor menjadi hal yang saling berhubungan, karena didalam tingkat pendapatan relatif terdapat laju pertumbuhan pendapatan suatu negara yang dapat melemahkan nilai tukar mata uang asing. Faktor ini terjadi apabila harga ekspor dapat meningkat lebih cepat dibanding harga impor, dengan pertumbuhan meningkatnya harga ekspor maka nilai mata uang akan cenderung meningkat seiring perbandingan antara ekspor dan impor.




Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply

error: Content is protected !!