Pajak Bunga Obligasi Lebih Murah dari Deposito!




Anda punya investasi berupa obligasi? Atas penghasilan bunga Obligasi yang diperoleh dikenai pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final lo. Sampai dengan tahun 2020 ini, pajak bunganya cukup rendah yaitu 5%. Mulai tahun depan, pemerintah menaikkan tarif pajaknya menjadi 10% dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No 55 tahun 2019. Anda tau kan, pajak bunga deposito atau tabungan saja 20%.

Obligasi itu apa sih? Obligasi adalah surat utang, surat utang negara, dan obligasi daerah, yang berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan. Sedangkan bunga obligasi yang dipotong PPh Pasal 4 ayat (2) adalah  imbalan yang diterima atau diperoleh pemegang Obligasi dalam bentuk bunga dan/atau diskonto.

Yang dikenakan PPh Final atas Obligasi

  • Bunga dari Obligasi dengan kupon yaitu jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan Obligasi
  • Diskonto dari Obligasi dengan kupon yaitu dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan Obligasi, tidak termasuk bunga berjalan;
  • Diskonto dari Obligasi tanpa bunga yaitu dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan Obligasi
  • Bunga dan/atau diskonto dari Obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak reksa dana dan Wajib Pajak dana investasi infrastruktur berbentuk kontrak investasi kolektif, dana investasi real estat berbentuk kontrak investasi kolektif, dan efek beragun aset berbentuk kontrak investasi kolektif yang terdaftar atau tercatat pada Otoritas Jasa Keuangan

Tarif Pajak Bunga Obligasi menurut PP 55 Tahun 2019

  1. Bagi Wajib Pajak dalam negeri dan BUT yang menerima bunga dan/atau diskonto obligasi
    • 15% (lima belas persen) x jumlah bruto bunga atau diskonto
  2. Bagi Wajib Pajak luar negeri selain BUT
    • 20% (lima belas persen) x jumlah bruto bunga atau diskonto
  3. Bagi Wajib Pajak reksa dana dan Wajib Pajak dana investasi infrastruktur berbentuk kontrak investasi kolektif, dana investasi real estat berbentuk kontrak investasi kolektif, dan efek beragun aset berbentuk kontrak investasi kolektif yang terdaftar atau tercatat pada Otoritas Jasa Keuangan
    • 5% (lima persen) sampai dengan tahun 2020; dan
    • 10% (sepuluh persen) untuk tahun 2021 dan seterusnya.

Pemotong PPh Final Bunga Obligasi

  • penerbit Obligasi atau kustodian selaku agen pembayaran yang ditunjuk, atas bunga dan/atau diskonto yang diterima pemegang Obligasi dengan kupon pada saat jatuh tempo Bunga Obligasi, dan diskonto yang diterima pemegang¬† Obligasi tanpa bunga pada saat jatuh tempo Obligasi; dan/atau
  • perusahaan efek, dealer, atau bank, selaku pedagang perantara dan/atau pembeli, atas bunga dan diskonto yang diterima penjual Obligasi pada saat transaksi.

Yang Tidak dipotong Pajak Bunga Obligasi

Meskipun tarif PPh Final bunga obligasi ini naik jadi 10% tahun 2021, tetapi untuk 2 pihak ini justru tidak terutang pajak jika mendapat bunga obligasi, siapa mereka: (Pasal 2 ayat (2) PP 16 Tahun 2009 stdd PP 55 Tahun 2019)



  • Wajib Pajak dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h UU PPh dan perubahannya; dan
  • WP bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia
Penghasilan berupa Bunga Obligasi yang diterima dan/atau diperoleh WP bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum sesuai UU PPh dan perubahannya. (Pasal 2 ayat (3) PP 100 Tahun 2013 stdd PP 55 Tahun 2019)

pajak bunga obligasi

Contoh Penghitungan Pajak Bunga Obligasi

Pada tanggal 1 Juli 2019, PT ABC (emiten) menerbitkan Obligasi dengan kupon (interest bearing bond) sebagai berikut :

  • Nilai nominal Rp 10.000.000,00 per lembar.
  • Jangka waktu Obligasi 5 tahun (jatuh tempo tanggal 1 Juli 2024).
  • Bunga tetap (fixed rate) sebesar 16% per tahun, jatuh tempo bunga setiap tanggal 30 Juni dan 31 Desember.
  • Penerbitan perdana tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT XYZ (investor) pada saat penerbitan perdana membeli 10 lembar Obligasi dengan harga di bawah nilai nominal (at discount), yaitu sebesar Rp 9.000.000,00 per lembar.

Penghitungan bunga dan Pajak Penghasilan yang bersifat final (PPh final) yang terutang oleh PT XYZ pada saat jatuh tempo bunga pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut :

  • bunga = (6/12 x 16% x Rp 10.000.000,00) x 10 = Rp 8.000.000,00
  • PPh final = 15% x Rp 8.000.000,00 = Rp 1.200.000,00
  • Dipotong oleh emiten atau kustodian yang ditunjuk sebagai agen pembayaran.

Dalam kenyataannya, harga perolehan Obligasi dengan kupon (interest bearing bond) pada saat penerbitan perdana tidak harus selalu sama dengan nilai nominalnya. Pembeli dapat memperoleh Obligasi dengan harga di bawah nilai nominal (at discount) atau di atas nilai nominal (at premium). Pada hakekatnya selisih harga beli di bawah atau di atas nilai nominal tersebut merupakan penyesuaian tingkat bunga Obligasi yang diperhitungkan ke dalam harga perolehan.



Dalam hal investor atau pembeli Obligasi sebagaimana tersebut di atas adalah Wajib Pajak Reksadana, maka penghitungan PPh final atas bunga obligasi yang diperoleh pada saat jatuh tempo tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut :

  • Bunga = (6/12 x 16% x Rp 10.000.000,00) x 10 = Rp 8.000.000,00
  • PPh final = 5% x Rp 8.000.000,00 = Rp 400.000,00

Contoh yang lainnya, KLIK berikut Contoh Penghitungan PPh Final Bunga Obligasi

 

 

 

 

 




Show Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!