BUMN, Seperti Apa Pengertian Badan Usaha Milik Negara Itu?




Tahukah Anda bahwa di Indonesia, terdapat 2 macam badan usaha berdasarkan kepemilikannya? yaitu badan usaha milik negara dan swasta.  Badan usaha milik negara, selain tujuannya untuk mencari keuntungan juga berperan melayani kebutuhan publik (public service obligation). Berbeda dengan badan usaha milik swasta yang kecenderungannya didirikan untuk mencapai company profit secara maksimal.

Badan Usaha Milik Negara atau BUMN

Apa itu Badan Usaha Milik Negara, Bagaimana Pengertiannya?

Pengertian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha milik negara yang kepemilikannya dikuasai oleh negara, baik dalam skala penuh, sebagian besar, atau sebagian kecil atau bisa juga diartikan sebagai badan usaha yang keseluruhan atau sebagian modalnya dimiliki oleh negara yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan (UU No 19 tahun 2003).

Sugiharto dalam bukunya Peran Strategis BUMN (2007), menjelaskan pembangunan BUMN merupakan bagian dari pembangunan ekonomi nasional. Perputaran ekonomi BUMN memberikan pengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Bentuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara)



  1. Perseroan ( Persero)

Badan Usaha Milik Negara Perseroan adalah badan usaha (BUMN) perseroan terbatas yang modalnya minimal 51% (Lima Puluh Satu Persen) dimiliki oleh negara, sedangkan sisanya dari pihak lain.

Contoh Badan Usaha Perseroan

  1. Pertamina
  2. Pindad
  3. Kereta Api Indonesia
  4. Garuda Indonesia
  5. Perusahaan Listri Negara
  6. Krakatau Steel Tbk
  7. Adhi Karya Tbk
  8. Perusahaan Umum (Perum)

Badan Usaha Milik Negara Perusahaan Umum adalah badan usaha (BUMN) yang modalnya dimiliki oleh negara sepenuhnya, tidak ada pembagian modal atau saham terhadap badan usaha (perusahaan) tersebut.

Contoh Badan Usaha Perum

  1. Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia)
  2. Perum Pegadaian
  3. Perum BPJS (Perusahaan Umum Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan)
  4. Perumnas (Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional)
  5. Perhutani (Perusahaan Hutan Negara Indonesia)

Baca juga:



  1. BUMN sebagai pemungut PPh Pasal 22
  2. BUMN sebagai pemungut PPN

Contoh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Dalam Bidangnya

  1. Contoh Badan Usaha di Bidang Pemberdayaan Energi
  • PLN
  • Perusahaan Gas Negara
  • Tambang Bukit Asam
  1. Contoh Badan Usaha di Bandar Udara
  • Angkasa Pura
  1. Contoh Badan Usaha di Angkutan Darat
  • Kereta Api Indonesia
  1. Contoh Badan Usaha di Logistik
  • pos Indonesia
  • Perum Bulog
  1. Contoh Badan Usaha di Perbankan
  • BNI
  • BRI
  • BTN
  • Bank Mandiri
  1. Contoh Badan Usaha di Farmasi
  • Kimia Farma Tbk
  • Bio Farma
  1. Contoh Badan Usaha di Bidang Asuransi
  • Asuransi jasa Raharja
  • Asuransi Jiwasray
  • Taspen
  • Jamsostek
  1. Contoh Badan Usaha di Jasa Konstruksi
  • Adhi Karya Tbk
  • Istaka Karya
  • Hutama Karya
  • Perum Pengembangan Perumahan Nasional
  1. Contoh Badan Usaha di Bidang Pelayaran
  • Pelni
  • Pelayaran Nasional Indonesia
  1. Contoh Badan Usaha di Usaha Penerbangan
  • Garuda Indonesia

Tujuan BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

Tujuan didirikannya BUMN bukan lain untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Tapi kalau dijabarkan ada 5 (lima) tujuan atau peran BUMN dengan pernyataan lain, seperti berikut.

  1. Badan yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan barang dan jasa berkualitas untuk masyarakat.
  2. Badan yang menjadi pelopor atau pengarah terhadap kegiatan usaha yang belum diketahui oleh sektor swasta dan koperasi.
  3. Badan yang aktif untuk berpartisipasi terhadap pengusaha ekonomi nasional baik itu UKM dan koperasi.
  4. Badan yang menjadi sumber pendapatan negara (pendapatan negara bukan pajak).
  5. Badan yang berperan sebagai salah satu media untuk membuat kebijakan perekonomian.

Pasal 2 UU No. 19 tahun 2003

Maksud dan tujuan BUMN adalah:

  • Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya;
  • Mengejar keuntungan;
  • Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyedia barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak;
  • Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi; dan
  • Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat.




Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply

error: Content is protected !!