PPh Pasal 22 Pembelian BBM, BBG dan Pelumas




Pemungut PPh Pasal 22 Pembelian BBM, BBG dan Pelumas

Pemungut PPh Pasal 22 ini adalah Produsen atau importir bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan pelumas, atas penjualan bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan pelumas (Pasal 1 ayat (1) huruf h PMK-34/PMK.010/2017)

Pemungutan PPh Pasal 22 oleh Pemungut Pajak atas penjualan bahan bakar minyak dan bahan bakar gas kepada:

  • penyalur/agen bersifat final;
  • selain penyalur/agen bersifat tidak final
  • Pemungutan PPh Pasal 22 atas penjualan pelumas bersifat tidak final dan dapat diperhitungkan sebagai pembayaran PPh dalam tahun berjalan bagi Wajib Pajak yang dipungut.

Tarif PPh Pasal 22 Penjualan BBM, BBG dan Pelumas

Tarif PPh Pasal 22 atas penjualan bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan pelumas oleh produsen atau importir bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan pelumas adalah sebagai berikut:

PPh Pasal 22 Pembelian BBG



 

Besarnya tarif pemungutan yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP adalah lebih tinggi 100% daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP  hanya untuk objek yang bersifat tidak final (Pasal 2 ayat (4) dan (6) PMK-34/PMK.010/2017)

Saat Terutang PPh Pasal 22 Pembelian BBM, BBG dan Pelumas

Pajak Penghasilan Pasal 22 atas penjualan bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan pelumas, terutang dan dipungut pada saat penerbitan surat perintah pengeluaran barang (delivery order).

PPh Pasal 22 Pembelian BBM


Mekanisme Pemungutan PPh Pasal 22 Pembelian BBM, BBG dan Pelumas

  • Pemungutan PPh Pasal 22 oleh pemungut pajak wajib disetor oleh pemungut ke kas negara melalui Kantor Pos, bank devisa, atau bank yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan dengan menggunakan SSP/Kode billing dengan kode akun pajak:
    • KAP: 411122
    • KJS:
      • untuk agen/penyalur: 401
      • selain agen/penyalur: 100
  • Pemungut pajak wajib menerbitkan Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 (formulir bukti pemungutan PPh Pasal 22 sesuai Lampiran III.3 PER-53/PJ/2009)
  • Penyetoran dilakukan paling lama pada tanggal 10 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.
  • Pelaporan dilakukan paling lama 20 hari setelah masa pajak berakhir.

 

Incoming search terms:

pph 22 atas bahan bakar minyakPPh 22 ekspor bahan bakar minyak pelumastarif pph penjuala bbm




Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply

error: Content is protected !!